12 Ramadhan 1438 H, Soto Ambengan

Hari ini Saya tiba-tiba ingin bikin menu berbuka soto ambengan. Ya, Saya berusaha mencari menu yang berbeda setiap harinya, minimal sampai menu yang sama hanya berulang dua kali selama Ramadhan ini. Mulailah googling karena Saya belum hapal menu khas Surabaya ini karena baru sekitar 3 kali memasaknya. Berikut resep pasnya (kombinasi berbagai resep) karena menu yang Saya buat hari ini adalah yang paling enak dan pas racikannya.

1. Rebus ayam sampai empuk dan tiriskan. Air sisa rebusan akan digunakan untuk kuah soto.

2. Iris bawang putih dan tumis sampai kecokelatan, kemudian tiriskan.

3. Goreng ayam yang telah direbus, kemudian suwir-suwir. Siapkan juga potongan kentang yang digoreng serta telor rebus untuk pelengkap.

4.. Siapkan bumbu halus: bawang merah, bawang putih, dan 3 ruas jari kunyit bakar, kemudian tumis hingga harum.

5. Masukkan bumbu no.2 &3 ke kuah soto yang direbus kembali, tambahkan jahe dan lengkuas yang digeprek, sereh, dan daun jeruk yang telah dibuang tulang daunnya.

6. Tambahkan garam dan merica secukupnya, juga irisan daun bawang. 

7. Saat menyajikan, seduh soun dan taoge pendek, potongan tomat, tambahkan suwiran ayam dan potongan kentang goreng juga telur, siram dengan kuah soto, tambahkan dengan perasan jeruk nipis sesuai selera, kemudian taburkan bawang goreng.

Soto ambengan siap disantap. Hmm, Yummy… selamat memanjakan keluarga Anda dengan menu sehat ini, segar dan gurih no msg :).

Iklan

6 Ramadhan 2017 – Welcome June

Hari ini tanggal merah awal Juni, Saya dan Suami tidak ke kantor padahal harusnya Saya ikut upacara hari lahirnya Pancasila. Dengan perut yang semakin besar, agenda seperti upacara Saya abaikan dulu. Alhasil di rumah hanya bermalas-malasan dan sedikit progress memeriksa ujian. Hal baik yang bertahan adalah Saya tetap memasak menu berbuka dan sahur yaitu ayam penyet dan sayur asem, juga mencuci pakaian utun kloter ketiga. Adapun cucian baju Saya sendiri belum dijemur karena jemuran penuh setelah beberapa hari hujan turun cukup awet. Well,, Welcome June, hopefuly tomorrow will be better. 

5 Ramadhan 1438 H, Jelang Masa Pensiun Papa

Dear Mama dan Papa, Kakek dan Nenek teh Andaru, teh Alya, serta utun di dalam perut.. Puluhan tahun bekerja sebagai pegawai BUMN dengan ijazah SMA memang tidak membuat Kita bergelimang harta. Tapi dari nafkah itulah kini anak-anakmu sudah memperoleh pendidikan tinggi sehingga mampu bekerja dan membina keluarga masing-masing. Alhamdulillah ada tempat tinggal untuk kita bernaung, kendaraan untuk bepergian, semuanya persis terwujud menjelang keputusan masa pensiun dari perusahaan. Bahkan, utun yang masih di perut pun tidak luput dari perhatian kakek nenek mepersiapkan kehadirannya. Aku pun meneladani tanggung jawabmu yang begitu besar pada keluarga, bukan hanya keluarga inti, tapi pada keluarga besar yang memang sangat mengandalkanmu. Peran Mama sebagai istri begitu besar dalam mendampingi Papa, mengatur bahkan dengan berbagai kreatifitas membantu ekonomi keluarga. Aku yang memilih jalan berbeda menjadi istri dan calon ibu yang bekerja di luar rumah, sangat terinspirasi dan menghormati setiap kaum ibu yang full bekerja di rumah mengurus rumah tangga sepertimu. Prestasi masa sekolahmu tak lantas hilang begitu saja, ada nilai-nilai yang begitu besar mendarah daging pada baktimu dan wujud ibadahmu pada Allah sebagai istri dan ibu yang terbaik. Kini, doakan selalu agar Kami tergolong yang soleh-solehah, investasi dunia akhirat Mama Papa. Ketahuilah bahwa kebahagiaan Mama Papa menjadi sumbu semangat dalam Kami bekerja dan berkarya, terus doakan Kami.