Perdana Berkunjung ke Dokter Setyorini

Akhirnya Saya ke rumah sakit ini lagi namun dengan suasana yang bahagia dan penuh harapan. Tahun lalu Saya ke rs ini untuk dikuret, dan kembali datang untuk kontrol serta mengunjungi teman yang baru melahirkan. Tak heran, masih kenangan sedih yang ada di memori Saya tentang rs ini. Kali ini, semoga Allah berkenan mengisi memori bahagia tentang rs yang dulunya rsia sekarang menjadi rs umum ini, untuk Saya kenang seumur hidup. RS. Hermina pasteur Saya pilih karena lebih dekat rumah dan banyak dokter atau suster yang seiman sehingga membuat Saya lebih nyaman.

Setelah browsing mencari dokter kandungan terbaik untuk kondisi Saya, juga berdasarkan rekomendasi beberapa rekan Suami di kampus, Saya memutuskan untuk kontrol rutin ke dokter kandungan sub spesialis fetomaternal atau kehamilan dengan resiko, bernama dr. Setyorini Irianti, sp.og. di hermina pasteur. Saya membawa lengkap history tokso dari awal terdeteksi di bulan Januari tahun ini, sampai terakhir Kamis lalu. Oya, status igm tokso terakhir Saya 0,97 merupakan penurunan yang cukup signifikan sepanjang perjalanan Saya mengusir tokso, akan dinyatakan negatif kalau sudah kurang dari 0,6. IGG aviditas tokso Saya pun cukup tinggi di angka 600 artinya sudah cukup lampau terinfeksinya. Selain cek darah, Saya kembali memastikan hcg di tubuh Saya melalui testpack sekali lagi supaya benar-benar yakin bahwa ada yang sedang terjadi di tubuh Saya. Alhamdulillah, hasil yang sama dengan beberapa hari lalu, Saya terdeteksi positif hamil.

Seperti yang pernah Saya sampaikan di  blog ini sebelumnya, memilih dokter kandungan bukan semata karena dokter tersebut sangat ahli di bidangnya atau bergelar profesor sekalipun. Saran Saya, pilihlah dokter yang membuat kita nyaman dan mampu berpositive thinking terhadap kehamilan kita. Kesan pertama Saya tentang dokter Setyorini adalah Beliau orang yang komunikatif, informatif, dan tidak terburu-buru dalam menyimpulkan atau mengambil tindakan. Sebelumnya Saya tidak pernah berhasil diusg abdomen atau perut, dan selalu transvaginal untuk bisa melihat kantung kehamilan. Dokter Setyorini menjelaskan bahwa posisi rahim agak ke belakang sehingga sulit terdeteksi saat kehamilan muda. Solusinya usg transvaginal atau menunggu kandung kemih penuh. Dokter menyarankan Saya kembali menunggu di luar dan banyak minum sampai benar-benar kebelet X). Benar saja, usg perut berhasil mendeteksi kantung kehamilan Saya, 5 minggu usianya, tepat dengan perkiraan berdasarkan siklus haid Saya. Masyaallah, Saya kembali dianugerahi pemandangan seperti ini. Walau belum berbentuk janin, Saya merasakan betul kebesaran Allah mencitakan 1 cm kantung di rahim Saya untuk tempat tumbuh kembangnya calon janin.

Beberapa saran dokter untuk kehamilan Saya:

1. Dokter menduga bahwa Saya memiliki kekebalan tubuh yang tidak terlalu bagus (punya asma, sibuk, mudah stress) sehingga pernah terjangkit semua parasit atau virus TORCH. Walaupun kondisi saat ini hanya tokso yang reaktif dan indeks yang menurun (membaik), tapi berbeda dengan rubela yang cenderung memberi kekebalan, tokso dan cmv dapat menjangkit kembali kapan saja jika kita lengah. Saya harus lebih HIGIENIS: sering mencuci tangan, makan selalu dengan sendok, tidak makan sayur mentah dan daging yang dimasak tidak sempurna. Satu lagi, Saya dianjurkan sementara tidak terlalu banyak bersentuhan dengan bayi dulu, karena menurut kajian, air liur bayi atau anak kecil merupakan media penyebaran cmv (guru dan suster yang sering berinteraksi, lebih berpotensi terkena cmv), cmv juga hampir bersamaan muncul dengan tokso. FYI angka infeksi toksoplasmosis di Indonesia cukup tinggi, begitu informasi yang Saya dapatkan dari dokter. Jadi, untuk mencegah Saya dari resiko terinfeksi kembali dari sekitar selain hidup higienis, Saya diberi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

2. Pengalaman keguguran yang lalu juga bisa diakibatkan dari stress. Stress merupakan sabotase paling jahat yang mengganggu fungsi tubuh. Tidak perlu waktu dari otak memerintahkan ke seluruh saraf untuk bereaksi terhadap stress, tapi berdasarkan penelitian, ujung-ujung saraf kita memiliki respon yang sangat cepat terhadap stress. Sambil menatap mata Saya seolah sedang berusaha memahami karakter Saya, dokter agar tidak terlalu perfeksionis, merasa mampu mengemban semua hal di pundak sendiri. Dokter berpesan untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap langkah kita. Perbanyak istighfar dan solat tobat, mungkin kita tidak sadar selama ini telah sombong dan meniadakan peran Allah di kehidupan kita.

3. Terakhir, dokter menyemangati bahwa Saya memiliki suporter yang banyak (padahal cuma Mama yang menemani, tapi Beliau bisa melihat bahwa banyak yang berharap dan berdoa atas kehamilan Saya ini). Tokso adalah ujian Allah agar Saya lebih mawas diri dibanding yang tidak terkena tokso, namun demikian apapun itu kalau Allah sudah berkehendak terjadi, Insyaallah segala sesuatunya akan baik-baik saja. 

Alhamdulillah Saya mendapatkan ketenangan setelah kunjungan pertama ke dokter Setyorini. Tenang karena diberi resep obat dan vitamin terbaik untuk menunjang kondisi Saya, juga tenang karena selalu mengingatkan ke agama. Saat ini Saya mengonsumsi spyramicin, folavit 1000mg, dan susu asam folat yang rencana akan ditebus hari ini resepnya di apotek rumah bunda (klinik Beliau). Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s