Inikah Waktunya?

Robbi Habli Minladunka Dzuriyyatan Toyyibatan Innaka Samii ‘uddu’a..

Tak terasa sudah tiba di pertengahan November. Draft disertasi Saya sudah seminggu direview. Jurnal Saya juga sudah seminggu dari decision accepted with minor revision, tapi belum Saya revisi (Insyaallah dalam minggu ini). Hampir sering terbangun dini hari sekedar ke toilet, namun Sayang jika tidak berwudlu dan solat malam bermunajat kepada Allah. Alhamdulillah Saya mendapat kemudahan-kemudahan meskipun harus melalui perjuangan berhari-hari, berminggu-minggu dalam keadaan tak menentu. Banyak orang baik yang membantu Saya. Sekarang, satu abstrak paper accepted dan harus segera dibuat full papernya. Satu paper lagi harus submit besok. Tak lupa, satu jurnal lagi harus saya submit untuk keperluan studi menjelang sidang pra tertutup. Dan, implementasi produk tetap Saya upayakan sesegera mungkin wujud.

Hari-hari yang super sibuk, tapi Saya masih sempat ke salon untuk potong rambut dan hair spa. Segar sekali rasanya. Sempat pula pergi ke unpad Jatinangor untuk monev penelitian disertasi doktor, naik motor jauuhhhh sekali, tapi tetap happy karena berdua Suami. Ditambah lagi sempat ke pasar baru bareng mama membeli lusinan pakaian dalam karena tiba-tiba ingin beli yang baru dan nyaman.

Dalam hari-hari sibuk tersebut, sudah semingguan perut Saya keram gejala datang bulan. Pegal-pegal menjulur sampai ke kaki. Dan sampai tanggal seharusnya si tamu datang yaitu kemarin lusa atau kemari, tak jua datang. Saya tepis kegeeran Saya karena beberapa kali Saya pernah telat walau kebanyakan justru maju atau tepat waktu. Sampai akhirnya Saya putuskan membeli testpack karena mulai terasa ada yang berbeda. Alhamdulillah ada dua garis terang di hasilnya, persis seperti kehamilan Saya sebelumnya.. walau baru telat 2 hari dan test di sore hari, hasilnya jelas sekali.

Inikah waktunya? Seperti halnya doa-doa Saya dan juga Suami. Semoga Allah hadirkan di waktu yang tepat menurut-Nya. Walau masih ada tiga kali sidang yang harus Saya lewati, Insyaallah Saya siap. Berdoa semoga diberi kekuatan dan perlindungan untuk Saya dan calon janin Kami. Semoga Allah sempurnakan ia di dalam tubuh Saya, tumbuh berkembang dengan sehat dan dijauhkan dari segala penyakit atau apapun yang mengganggu. Kami berdua tersenyum sederhana. Antara bahagia dan tak mau takabur, cukup hati Kami yang tau dan tak sudah-sudah mengucap syukur. Rencana, Kami baru akan mengabari keluarga setelah bertemu dokter dan konsultasi mengenai beberapa hal yang Kami khawatirkan. Semoga semuanya baik-baik saja. Ya Allah, ijinkan Kami memegang amanah ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s