Melawan Godaan

Saya pikir situasi serba tidak nyaman ini bersumber dari deadline studi S3 Saya dan Suami. Belakangan Saya sadar, BUKAN ITU. Lalu apa?

Seperti pada tulisan Saya kemarin, Saya dan Suami sedang sama-sama sakit. Dalam dua, hari sakit Saya yang lebih parah, tapi sekaligus lekas pulih, Insyaallah. Sedangkan Suami masih batuk, entah membaik atau sama saja. Tapi Saya ikhlas, semoga Allah jadikan sakit ini penggugur dosa-dosa Kami. Aamiin.

Permasalahannya justru ada pada godaan di antara tidur, menjelang dan ketika bangun tidur. Saya akan jadi super cerewet di dua waktu ini, dan dalam hati Saya meminta ampun pada Allah jika Saya salah karena membuat Suami kesal. Apalagi kalau bukan begadang dan dampaknya. Tidur selalu di atas pukul 12 malam, tak peduli sedang sehat atau sakit. Tentu paginya akan susah untuk bangun solat Subuh, demikian pun Saya yang sering ikut begadang. Godaan ini maha dahsyat. 

Saya rasakan benar-benar bahwa fluktuasi iman menuju titik terendah tatkala menegakkan yang wajib pun payah rasanya, apalagi yang sunah. Membuka Al Quran jarang sekali, menghadiri majelis hampir tak pernah lagi, menghapal ayat sudah lupa lagi, solat hanya berupa gerakan-gerakan. Ya Allah… inikah rasanya nikmat iman yang Engkau cabut? Jadi bukan karena Kami tak punya waktu karena sedemikian sibuknya, tapi karena Engkau beri tabir di hati hamba-Mu yang sering khilaf ini. Astaghfirullah, kondisi ini pun diperparah pada diskusi tentang mobil dan rumah yang penuh jerat riba yang membuat Saya sungguh ketakutan karenanya. Mungkin ini juga yang membebani pikiran Saya hingga jatuh sakit, bukan karena disertasi yang pada dasarnya sangat Saya senangi.

Ilmu agama Saya masih sangat dangkal, tapi Saya bisa merasakan nikmat hidup tanpa riba selama 2 tahun usia pernikahan Kami. Saya sungguh takut merusaknya dengan hal-hal berbau riba. Jerat itu sudah ada pada diri Saya lewat asuransi kesehatan yang sudah 6 tahun dijalani, tapi setidaknya Saya tidak ingin menambahnya. Dihadapkan pada kebutuhan dan saran atau pertimbangan dari orang-orang yang Kami hormati membuat pikiran Saya terombang-ambing. Mungkin juga dengan Suami. Jangan-jangan ia pun bekerja keras hingga larut malam karena bimbang dengan keadaan ini. Tak mau riba, artinya Kami harus punya uang cash plus tabungan buat jaga-jaga. Kredit dengan riba, Kami belum sepakat hingga detik ini. Semoga ada solusi untuk semua masalah ini Ya Allah… bimbing Kami agar dekat kembali pada-Mu. Bimbing Kami agar kuat melawan godaan. Bimbing Kami dalam setiap keputusan-keputusan Kami. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s