Batuk Berdua

Sudah dua minggu lebih Suami batuk-batuk. Sudah berbagai jenis obat dan suplemen diminum namun batuk tak kunjung hilang. Beberapa waktu lalu bahkan sampai demam tinggi karena radang tenggorokan. Saya bertahan, Alhamdulillah diberi kesehatan sehingga bisa merawat Suami.

Namun demikian, tiga hari ini Saya pun jadi batuk-batuk. Jadilah Kami berdua bersahut-sahutan batuk. Ada sedih, sekaligus lucu. Kegiatan menulis disertasi jelas terganggu. Rumah tak terurus, sebagian pekerjaan rumah diambil alih Suami. Kalau Saya sudah sakit, pasti asma dengan setia mengikuti. Walau baru tiga hari, tapi Saya lebih tumhang dan tak bisa beraktivitas.

Biasanya setiap weekend Saya menelepon mertua. Namun dengan keadaan seperti ini mungkin hanya menanyakan kabar via chatting. Nafas Saya sengal-sengal. Saya pun malu kalau ketahuan sedang sakit. Suami tak sembuh-sembuh pun Saya yang malu😦. Padahal kemarin-kemarin Kami sehat walafiat, saat ipar sakit, Kami bolak-balik ke Padalarang. Itu saat sedang sehat. Roda kan selalu berputar. Jangan mengeluh saat diberi sakit, seolah lupa pernah diberi sehat. Ya, episode begini pasti akan ada. Semoga Allah ridho dengan upaya Kami untuk sembuh. Dan semoga diberi kembali nikmat sehat yang didamba. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s