Idul Adha 1437 H, Opor Ayam, dan Domba Kurban.

Ini lebaran perdana Kami yang hanya berdua saja, tanpa kumpul dengan keluarga Padang atau Indramayu. Ya, Kami di Bandung saja lebaran kali ini, selain sedang mengejar banyak deadline, juga karena kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan untuk bepergian jauh. Menikmati waktu berdua saja, kontemplasi berbagai makna tentang Hari Raya Idul Adha.

Alhamdulillah walau belum terlalu sukses, Saya bisa membuat sajian lebaran yang tetap bisa dinikmati berdua, opor ayam dan lontong rice cooker. Caranya yaitu:

1. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas, sedikit kencur, kunyit (lebih harum jika disangrai dulu beberapa bahan).

2. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak, tambahkan santan cair, ketumbar bubuk, jinten, dan merica.

3. Masukkan daun salam, sereh, dan daun jeruk.

4. Masukkan ayam kemudiam potongan kentang.

5. Tambahkan gula dan garam, cengkeh dan kayu manis.

6. Tambahkan santan kental sedikit, masak hingga matang.

7. Taburkan bawang goreng, siap disantap.

Untuk lontongnya, masak dengan rice cooker biasa dengan perbandingan beras dan air adalah 1:3. Tambahkan sedikit garam. Jika masih lembek, masak sekali lagi kemudian pindahkan ke wadah sambil dipadatkan dan diamkan di suhu ruang. Agar lebih mengeras, simpan di kulkas beberapa saat. Ini hasil hidangan lebaran ala Saya.

Setelah makan, Kami menuju penyembelihan hewan Kurban. Alhamdulillah sejak menikah, setiap tahun Kami diberi Allah kemurahan rezeki untuk bisa berkurban. Dua domba yang dibeli dari bandar domba di Cicarita, dan pembagian hewan kurbannya juga untuk warga Cicarita dan sekitarnya. Total hewan yang disembelih adalah 1 sapi dan 3 domba. 

Namun demikian, ada 1 kejadian konyol. Semoga saja kejadian ini tidak terulang kembali. Kami gagal menunaikan solat sunnah Idul Adha karena Saya bangun kesiangan. Mungkin karena kelelahan memasak sampai larut malam (baru mulai masak pukul 21), juga karena alarm yang baterainya belum diganti. Menyesal juga, walau sudah buru-buru bersiap-siap tapi solat Idul Adha memang lebih awal pelaksanaannya sehingga tidak terkejar. Kebetulan suami juga tidur dalam pengaruh obat batuk. Saya pikir akan lebih afdhol ibadah tahun ini karena kemarin Alhamdulillah berhasil menunaikan ibadah shaum arafah yang tidak Saya lakukan tahun-tahun sebelumnya. Rupanya kehendak Allah jualah ini semua terjadi, harus senantiasa memohon perlindungan pada Allah karena segala daya upaya Kita tak pernah sempurna tanpa ridho dan kehendak-Nya. Terus memperbaiki diri dan jangan pernah puas membekali diri dengan amal ibadah, baik yang sunah, apalagi wajib. Demikian cerita Saya kali ini, semoga dapat memberi hikmah. HAPPY IDUL ADHA 1437 H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s