Tunggu Saya 

Tulisan kali ini bukan tentang deadline studi yang belakangan membuat Saya suoer galau. Beban itu mulai sedikit Saya lepaskan karena Saya sudah mengikhlaskan kalau toh harus perpanjangan ya dijalani saja. Bukan aib selama Saya tetap mengupayakan untuk menyelesaikannya sebaik-baiknya dan sesegera mungkin. Alasan mengapa sepertinya tidak akan keburu adalah karena jurnal Saya masih direview dan karena draft disertasi Saya bptak kunjung selesai. Ternyata butuh waktu sangat panjang untuk merangkai kembali hasil studi 5 tahun. Daripada Saya terburu-buru dan jauh buruk kualitasnya, lebih baik Saya mulai menerima kemungkinan memilih opsi terakhir untuk studi Saya.

Tunggu Saya pada judul kali ini Saya tujukan untuk almamater Saya. Selama ini Saya berusaha membagi waktu dan pikiran Saya antara pekerjaan, studi, dan kehidupan pribadi-sosial Saya. Ada perasaan tidak puas pada semuanya karena Saya tidak bisa maksimal menjalankan semua peran itu sekaligus dengan baik. Maka, semangat yang tiba-tiba muncul hari ini adalah, ya Saya harus semangat memberikan yang terbaik untuk jenjang studi terakhir ini untuk kemudian kembali mengabdi dan berkarya bagi almamater dan bangsa Saya. Semangat ini membuncah tatkala Saya menyadari bahwa deadline yang selama ini Saya anggap beban karena merupakan ending atau puncak perjalanan panjang studi Saya, ternyata barulah gerbang awal perjalanan yang sebenarnya. Ya, tunggu Saya. Semoga Allah meridhoi perjuangan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s