Stop Comparing and Stop Complaining

Winners focus on winning, losers focus on winners. 

Saya menemukan kalimat ini di laman facebook Saya bertepatan dengan event olahraga rio2016. Ya seperti dicubit rasanya ketika membaca kalimat tersebut. Saya yang hanya manusia biasa terkadang terpengaruh bisikan setan yang membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dalam hal ini adalah mengenai studi Saya. Apa rasanya? Capek. Mencari-cari alasan mengapa Saya berkali-kali gagal memenuhi target, yang timbul adalah keluhan demi keluhan. 

Tak berapa lama melalui pertemuan dengan seorang kawan, Allah menyadarkan Saya kembali untuk berhenti mengeluh. Kerjakan saja, apa yang datang pada Saya pertanda bahwa menurut Allah Saya mampu melewatinya. Sempat asma Saya kumat melihat jadwal mengajar di semester baru yang tinggal beberapa Minggu lagi. Tak ada guna membayangkan yang belum dihadapi, Saya hanya perlu bersiap-siap kembali menjalani semuanya sekaligus seperti yang sudah-sudah. Seperti kata kawan Saya tersebut yang juga sedang S3 sekaligus pns dosen seperti Saya, “Dulu Saya ingin sekali jadi pns dosen. Saat doa Saya terkabul, Saya harus siap melakukan segala tanggung jawab Saya. Jadi tidak terasa beban dan lebih enjoy. Kuliah juga lancar.” Walau tak bisa disamakan karena bidang Kami berbeda, tapi cara pandangnya membuka pemikiran Saya bahwa kewajiban itu bukan beban, karena bersamanya ada hak yang juga kita nikmati. Alhamdulillah, hikmah hari ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s