28 Ramadhan 1437 H: Berdoa setulus Hati

Tidak terasa Ramadhan hampir usai. Dulu Saya hanya berfokus pada ‘Asyik, sebentar lagi lebaran’. Rasa itu kini bertransformasi, tetap ada senang karena moment fitri yang sangat dinantikan semua umat Muslim, tapi lebih didominasi rasa sedih akan ditinggalkan Ramadhan. Ya, ditinggalkan, bukan meninggalkan. Karena waktulah yang sebenarnya beranjak pergi. Lantas Saya belum tuntas memperbaiki diri selama periode ini. Namun justru segala keterbatasan itulah yang membuatnya jadi istimewa. Mau tak mau, siap tak siap. Waktu yang tersisa, jangan disia-siakan. Tingkatkan ibadah dan berdoa setulus hati.

Salah satu doa yang senantiasa Saya panjatkan adalah tak lain dan tak bukan, memohon dianugerahi keturunan yang soleh solehat, sehat walafiat. Semoga Saya segera pulih dari parasit pengganggu, dan diberi kemampuan menyelesaikan segala urusan studi dan pekerjaan Saya dengan baik. Kelak Allah mempercayai Kami menjadi orangtua yang telah siap mengemban amanah mulia tersebut, lahir dan bathin. Seperti chat Saya ke Papa di Indramayu tadi. Semoga lebaran tahun depan kita sudah kumpul bersepuluh ya Pa. Mama, Papa, Rendy, Bang Eki, Mbak Ria, Andaru, Alya, Rani, Bang Fadhil, dan buah hati Kami. Aamiin Aamiin, jawab Papa penuh makna. Angka yang sama untuk keluarga Padang, Mama, Papa, Bang Fikri, Uni Sintha, Shalsabila, Mutia, Fariz, Bang Fadhil, Rani, dan buah hati Kami.🙂. Aamiin, Aamiin, Ya Rabbal Aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s