Perhatian

Mengapa harus merasa terganggu? Harusnya Saya bersyukur memiliki tetangga yang selalu perhatian. Setiap berpapasan selalu menyapa, walaupun dengan sapaan yang template. Juga sesekali menanyakan tentang sudahkah akan hadir sang buah hati. Tapi yang sesekali ini apabila dalam mood yang kurang baik, agak sensitif juga terasanya. Saya pun istighfar, mungkin hati yang sedang tidak bersih sehingga entah mengapa negatif yang tertangkap. Syukurlah ada Suami yang selalu mengingatkan, bahwa itu bentuk perhatian. Bukan hanya perhatian, Beliau pun mendoakan. Mengapa harus merasa terganggu? Terima kasih Ibu. Doakan selalu. Demikian pun semoga kebaikan kembali pada Ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s