Bayi

Haaahhhh… rupa-rupa rasanya kalau sedang melihat bayi-bayi lucu dan sehat. Tapi rasa yang paling dominan adalah takjub pada Penciptanya. Sungguh Allah Maha Berkuasa menjadikan yang tiada menjadi ada, mengatur pertemuan sel telur dan sel sperma, melindungi perkembangannya dari berbagai ancaman virus, bakteri, parasit, maupun penyakit lainnya, hingga terlahir dalam keadaan sehat walafiat.

Pagi ini Saya mendapat kabar, bayi sepupu Saya yang baru lahir beberapa hari lalu meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun. Bayinya dilahirkan dalam keadaan cacat, Allah berkehendak demikian, dan kembali mengambilnya Insyaallah sebagai bekal tabungan akhirat untuk orangtuanya. Sepupu Saya ini memang sudah kepala empat usianya. Usia yang rentan untuk hamil dan melahirkan. Sebelumnya Ia sudah punya satu anak cantik dan pintar, namun menginjak usia anaknya yang hampir 17 Tahun, Allah memanggilnya lewat penyakit lupus. Innalillahi, selamanya anak adalah titipan Allah. Masih di kandungan, bayi, atau sudah besar sekalipun, Pemiliknya berhak mengambilnya kapanpun.

Semoga kejadian demi kejadian yang Saya ketahui ini dapat mempertebal keimanan Saya. Jika kelak Kami dipercaya Allah memiliki keturunan, harus sepenuh hati menjaga, mendidik, dan membesarkannya. Mencurahkan cinta padanya karena Allah, bukan karena memilikinya yang lantas membangga-banggakannya secara berlebihan. Saya sangat bersyukur mendapat perjalanan kalbu sedemikian rupa. Semoga Allah meningkatkan derajat Kami setelah berhasil melalui setiap ujian-Nya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s