Ayam Penyet

Sejak memulai pengobatan membasmi si tokso, skill Saya dalam memasak menjadi sangat terasah. Tujuannya supaya asupan ke tubuh lebih terkontrol baik gizi, kesehatan, dan kebersihannya. Masakan Saya sudah hampir bebas msg, kecuali kalau bahan masakannya perlu dilumuri tepung bumbu instan atau sama sekali ga ada makanan selain mie instan (baca:darurat lapar). Kemarin saat ada fenomena langka yaitu gerhana matahari total yang melintas Indonesia dan ternyata semua tukang Sayur meliburkan diri, Saya tak lantas menyerah dengan membeli makanan di luar. Saya sedikit memutar otak, mau dimasak apa ayam di kulkas dan memutuskan untuk memasak ayam penyet.
1. Ayam direbus sampai matang bersama bumbu halus (bawang putih, ketumbar, dan sedikit kunyit), jahe, lengkuas, daun salam, dan garam. Ada juga referensi yang menambahkan air asam jawa dan air kelapa sebagai air rebusannya.
2. Setelah direbus, ayam digoreng sampai terlihat cukup kering.
3. Cabe merah, cabe rawit, tomat, terasi, perasan jeruk purut, dan gula merah, dan garam diulek, kemudian tambahkan daun jeruk dan daun kemangi yang diulek kasar. Saya lebih senang semua bahan sambal ini ditumis terlebih dahulu supaya lebih harum dan tidak sakit perut.
4. Masukkan ayam yang telah digoreng ke dalam ulekan sambal dan dipenyet hingga terlumuri sambal. Siap disantap bersama nasi dan pelengkap lainnya.

image

Rasanya lumayan sesuai ekspektasi Saya. Makan siang Kami jadi tetap menarik walau tanpa keluar rumah. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s