Hikmah

Ada yang aneh dari mimpi semalam. Saya mimpi melihat suami menggendong bayi yang masih merah dan meletakkanya di dada Saya yang terbaring di tempat tidur, suasana seperti baru melahirkan. Kapan menjalani kehamilannya? Entahlah, namanya juga bunga tidur. Walau demikian, bahagianya masih terasa.

Bisa jadi sebelumnya Saya sedang tidak sengaja membaca atau melihat gambar bayi atau apapun yang membuat Saya bermimpi demikian. Namun rasanya semalam Saya hanya fokus pada bab pendahuluan untuk paper yang sudah mulai Saya buat. Sama sekali sedang tidak berangan-angan tentang hal ini, belum berani lebih tepatnya. Tapi Saya bersyukur, walau bukan ahli tafsir mimpi namun apapun yang terjadi dalam hidup, ada hikmah yang ingin Allah sampaikan.

Sedianya Saya ingin menulis beberapa hal yang terjadi selama beberapa minggu di Januari ini. Mulai dari serangan kutu kucing, kepergian bibi, sampai  hasil lab yang menujukkan bahwa Saya positif terinfeksi tokso.  Yang terakhir ini yang kemudian menjadi alasan mengapa Saya belum berani berangan-angan tentang kehamilan lagi. Insyaallah akan Saya ceritakan di blog ini setelah kesibukan awal tahun ini berhasil Saya lalui. Yang pasti satu hal yang membuat Saya takjub, bahwa rangkaian kejadian yang Saya alami ini, pahit-manisnya memiliki hikmah yang luar biasa. Insyaallah semua hikmah berujung pada kebaikan. Aamiin.

 

2 pemikiran pada “Hikmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s