Berkaca-kaca

Seperti biasa, pemaparan Saya tentang riset yang Saya kerjakan selalu mendapat pertanyaan beruntun dari promotor Saya setiap kali berdiskusi. Saya sangat memahami bahwa masih begitu banyak kekurangan Saya dalam menyampaikan gagasan. Kurang berlandas teori, tidak konsisten, tidak hapal, dan lain-lain yang diawali oleh ketidaksiapan Saya untuk maju namun terpaksa maju. Apa yang sudah ada di benak Saya mendadak hilang jika pernyataan kelemahan terlalu dini terlontar untuk Saya. Dan baru kali ini mata Saya sampai berkaca-kaca mendapat serangan pagi. Sakit hati? Tentu tidak. Saya tahu persis bahwa Beliau sedang menempa Saya agar mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik Saya setelah ini. Let we see. Bagi Saya, Beliau adalah salah satu alasan Saya harus lulus dengan sangat memuaskan. Beliau adalah salah satu sosok yang ‘menemukan Saya’, sehingga Saya selalu termotivasi untuk melakukan yang terbaik versi Saya. Bismillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s