Memori di Jogja

Beberapa hari tinggal di Jogja cukup membuat kangen Bandung dan rutinitasnya. Waktu yang terbilang lama untuk menginap sehingga terkadang Saya dan suami sedikit terpengaruh logat atau bahasa Jogja seperti pengucapan kata ‘ndak’. Seperti halnya suami ketika baru pulang dari diklat prajab yang logatnya terpengaruh teman-temannya yang dominan Jogja dan Jawa Timur. Bagi Saya, keramahan orang-orang di kota ini menjadi daya tarik tersendiri (kecuali bos rental mobil yang sempat membuat Kami kesal).

Tujuan utama Kami berangkat ke kota ini sebenarnya adalah untuk menghadiri konferensi internasional dan Saya mempresentasikan paper Saya di ICSITech 2015. Namun lebih dari itu, Saya sudah jauh-jauh hari request ke suami, ingin wisata ke Borobudur dan Prambanan yang sama sekali belum pernah Saya jejaki (LoL). Wisata yang standar, bahkan anak SD pun sudah studi tour ke tempat ini. Tapi ya tetap istimewa seperti nama panjang kota ini (Daerah Istimewa Yogyakarta) karena jalan-jalannya bersama suami tercinta. Here We are..

12105054_1008390905884950_1500004789_n

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s