Cinta yang seperti Pohon

Kalau sekarang Saya ditanya, seperti apa cinta itu? Saya akan menjawab, seperti pohon, bertumbuh dan mengakar. Kira-kira hal inilah yang Saya rasakan pasca keguguran kemarin. Hujan atau tanah yang subur adalah anugerah Allah. Sama halnya dengan memiliki keluarga dan orang sekitar yang sayang dengan kita membuat kenyamanan hidup bersama pasangan. Adapun hama, kondisi alam dan bencana merupakan ujian dari Allah. Pohon tetap di sana. Mungkin ia akan meranggas, kering, tapi selalu punya harapan untuk kembali menumbuhkan tunas baru. Begitu pun cinta.

Oya, malam sebelum Saya menjalani kuretase, Saya kembali merasakan mules atau sakit perut yang luar biasa melebihi sakit perut sebelumnya. Kejadiannya tengah malam saat semua orang sudah tertidur pulas begitupun mama yang menemani Saya di kamar rawat. Merasa sangat kesakitan Saya pun membangunkan mama dan meminta dipanggilkan suster. Segera suster datang dan melihat kondisi Saya. Suster pun menghubungi dokter jaga, namun dokter jaga hanya mengatakan sakit tersebut akibat abortus incomplete alias jaringan kehamilan yang masih tertinggal di rahim Saya. Tidak ada obat apapun yang diberikan. Tubuh Saya sangat dingin dan berkeringat. Saya meminta mama memanggil suami Saya masuk menemani. Seketika Saya merasa lebih tenang ditemani dua orang tercinta, mama dan suami. Sakit perut pun mereda. Suster membantu memberi karet sarung tangan yang diisi air hangat untuk merelaksasi perut Saya. Alhamdulillah Saya bisa kembali beristirahat sebelum masuk kamar operasi pagi harinya.

Banyak ucapan turut prihatin dan menguatkan dan keluarga, teman-teman, dan kolega Kami yang mengetahui kabar Saya keguguran. Banyak juga diantaranya yang mendoakan agar segera diberi amanah kembali. My Yellow mengatakan pada Saya, Aamiin dan bersyukur atas banyak doa-doa tersebut. Namun, kantung kehamilan yang keluar itu belum bernyawa, suami Saya justru lebih khawatir dengan kondisi yang bernyawa yaitu Saya. Baginya, saat ini lebih baik Saya segera pulih kembali.  Apapun takdir Allah atas kandungan Saya, Insyaallah itu yang terbaik sehingga harus ikhlas. Sikapnya yang lebih sabar dan sayang, tampak nyata pada saat-saat sulit seperti ini. Dan saat itu pula lah Saya merasakan ada cinta yang semakin bertumbuh dan mengakar. Begitulah Allah memberi hikmah di balik setiap kejadian. Insyaallah sakinah mawaddah warahmah, dunia akhirat. Aamiin.

image

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s