Berkunjung ke Dokter THT

Ini postingan ke sekian yang menceritakan bahwa akhir-akhir ini kesehatan Saya drop. Kebetulan jadwal bulanan Saya datang beberapa hari lebih awal, maka Saya bisa sedikit leluasa mengonsumsi obat untuk memulihkan kesehatan. Bertahan beberapa minggu dengan kondisi yang kurang sehat, akhirnya Saya pun berkunjung ke dokter THT di RS. Borromeus.

Mengapa ke dokter THT? Awalnya Saya sempat bimbang apakah akan ke dokter paru-paru atau THT? Namun dengan pertimbangan bahwa pemicu asma Saya saat ini adalah flu yang tidak kunjung sembuh maka Saya putuskan untuk ke dokter THT. Sempat khawatir kalau ternyata ada ditemukan penyakit tertentu. Namun dengan basmalah Saya niatkan sebagai ikhtiar agar Saya kembali sehat dan dapat beraktivitas dengan baik.

Sebelumnya, Saya jarang lepas dari tissue.. karena hidung selalu mampet, berair seperti habis berenang, dan mudah bersin. Jelas hal ini sangat mengganggu aktivitas Saya sebagai pengajar yang bermodal suara dan harus tampil di depan umum. Kalau hanya beberapa hari mahasiswa akan maklum. Tapi kalau hampir setiap saat tentu mahasiswa pun akan tidak optimal menerima materi dari Saya.

Di ruang dokter, Saya diperiksa.. hidung, tenggorokan, dan telinga sesuai dengan spesialisasi sang dokter. Diagnosa Beliau sudah muncul ketika memeriksa hidung Saya yang bengkak dagingnya. Saya mempunyai alergi yang sangat kuat, mudah bersin dan flu. Kalau akhirnya asma Saya sering kambuh, ini salah satu pemicunya.
Namun Saya juga bersyukur karena dilihat dari tenggorokan dan saluran telinga, cairan yang ada tidak menunjukkan gejala sinusitis. Beliau pun hanya memberi Saya resep tiga buah obat yaitu antibiotik comtro clarithromycin 250 mg diminum 2×2, rhinos sp (obat flu yang juga biasa Saya konsumsi kalau terserang flu), dan Nasonex spray yang disemprot di hidung masing-masing dua kali setiap pagi. Harganya? Saya biasa ‘jajan’ lebih dari setengah juta setiap kali berkunjung ke Rumah Sakit. Uang Insyaallah bisa dicari, kesehatan lebih utama agar berkerja dan beribadah bisa lebih optimal.

Baru satu kali Saya mengonsumsi obat antibiotik dan rhinos, Alhamdulillah hidung Saya sudah lebih lega dan juga sudah tidak bersin-bersin. Tentunya disertai dengan istirahat yang cukup dan makan makanan sehat. Mulut Saya memang terasa pahit sekali terutama saat bangun tidur.. mungkin ini reaksi obat. Sabar saja, apalagi antibiotik harus dihabiskan. Semoga ikhtiar ini diridhoi Allah dan Saya segera pulih kembali. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s