Sahur Bersama Nebulizer

Yuph, Saya adalah penderita asma yang tergolong akut. Frekuensi kambuhnya penyakit ini bisa setiap hari bahkan setiap saat. Secara psikologis, penderita asma dilarang panik karena akan memicu sesak nafas yang bertambah-tambah.

Lantas mengapa Saya panik? beragam jawabannya. Yang paling pasti adalah panik kalau berada di tempat yang minim oksigen seperti pengalaman Kami (Saya, suami, dan adik ipar) beberapa waktu yang lalu dalam perjalanan menuju Padang di pesawat yang elektroniknya bermasalah, dan ketika berada di dalam gedung M*tiara Kitchen yang super besar penuh barang dan pembeli untuk berbelanja alat dapur. Kepala Saya sampai sakit karena otak bekerja keras memerintahkan paru-paru untuk mengatur nafas.

Setelah beberapa hari kambuh dalam intensitas yang lumayan sering, maka pagi ini Saya putuskan untuk memakai nebulizer pada saat sahur. Alhamdulillah, bernafas jadi lebih lega dan lebih jarang memakai inhaler. Sekarang tidak perlu lagi ke UGD untuk ‘diuap’. Semoga ke depannya Saya lebih sehat lagi agar dapat melakukan berbagai hal dengan lebih baik lagi. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s