Teladan

Suatu siang di kantin kampus, Saya dan beberapa rekan dosen makan siang bersama sambil berbincang-bincang. Salah seorang rekan dosen memulai pembicaraan tentang tugas istri dalam rumah tangga. Saat ini istri jarang yang menyiapkan makan suami (menyiapkan piring dan mengambilkan makanan ke atas piring) dan menyiapkan baju untuk bekerja. Para suami mengurus dirinya sendiri, walaupun memang baju sudah diseterika dan makanan sudah siap di meja. Jadi rupanya definisi ‘melayani’ memiliki arti berbeda antara sudut pandang suami dan istri.

Berkaca pada topik tersebut, Saya bersyukur sudah membiasakan apa yang ternyata diharapkan para suami. Bak Raja. Dan Saya ratunya. Setidaknya itulah yang Saya lihat dari Ibu Saya yang kebiasaan-kebiasaan baiknya menjadi teladan Saya dalam berumah tangga. Beberapa rekan berdalih karena Saya belum memiliki anak maka masih bisa melayani seperti itu. Ya bisa jadi. Namun, Saya pun sadar, beberapa waktu Saya akan tidak sempat melayani seperti itu.. mungkin sakit atau terlalu sibuk. Maka selagi bisa, Saya pasti mau dan sangat ingin melakukannya.. bukan karena beban. Insyaallah bernilai ibadah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s