Digiring Takdir

Ilmu Saya masih terlalu dangkal untuk memahami apa itu takdir. Yang Saya pahami dan imani adalah Qada dan Qadar yang merupakan ketentuan Allah dan sering kita terjemahkan sebagai takdir. Allah Maha Mengetahui apa yang belum dan sudah terjadi, juga tentang jalan hidup manusia dari manusia pertama sampai akhir zaman. Wajib bagi setiap muslim untuk mengimani Qada dan Qadar sehingga menjadi landasan ikhtiar dalam menjalani kehidupan.

Ada suatu kejadian yang bagi Saya seperti ‘digiring takdir’. Kejadian ini berlangsung tepat setahun yang lalu, 20 April 2014, hari di mana untuk pertama kalinya keluarga besar Saya dan keluarga besar suami bertemu. Saya dan suami berasal dari latar belakang suku yang berbeda. Saya merupakan suku Sunda-Palembang sedangkan suami merupakan suku Minang asli. Kami sama-sama perantau, pernah hidup di lingkungan dengan suku yang heterogen. Merantau mengajari kami untuk dapat menghormati setiap suku yang kami temui karena bagaimanapun pepatah ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’ benar adanya. Terhadap yang berbeda iman saja harus saling menghormati, apalagi saudara seiman.. hanya berbeda suku, adat, atau budaya. Seperti halnya pada hari itu, di mana di mana keluarga besar kami yang bersuku Sunda-Palembang-Minang berkumpul demi suatu niat baik yang Insyaallah diridhoi Allah.

keluarga-besar

Dua keluarga besar berkumpul

Saya sebut kejadian ini seperti digiring takdir karena berlangsung dalam waktu yang begitu singkat seperti menjawab penantian panjang kami selama ini. Berawal dari kepulangan suami Saya yang saat itu masih calon ke kampung halamannya usai melaksanakan diklat prajabatan. Disusul dengan kedatangannya kembali ke Bandung bersama ibu mertua yang saat itu juga masih calon. Kemudian pertemuan Saya dengan calon ibu mertua, diskusi panjang lebar tentang kemantapan hati dan kesiapan berumah tangga serta perbincangan sarat ilmu tentang adat masing-masing. Pada saat itu pula, untuk pertama kalinya Saya resmi memanggil Beliau dengan sebutan ‘Mama’.

Tak lama setelah calon mama mertua kembali ke Padang, tiba saatnya diskusi antara Saya dan keluarga. Terbilang cukup rumit karena jangankan berbeda adat, perjalanan menuju pernikahan dengan adat yang sama pun tidak lantas mulus tanpa kerikil. Tak disangka, di sinilah suratan takdir itu tertera jelas sehingga kami membacanya demikian.. ‘tentu ini sudah diatur Allah’ gumam kami. Mama Saya menelepon uwak yang tinggal di Surabaya untuk meminta nasehat dan saran. Uwak laki-laki (suku Palembang) menikah dengan wanita dari suku Minang sehingga sebenarnya ikatan suku di keluarga kami sudah ada dan akan diperkuat. Ternyata, uwak perempuan sudah memesan tiket ke Padang dan akan berangkat dalam waktu dekat. Entah mengapa katanya dia sangat rindu kampung halaman dan keluarga besarnya akan berkumpul saat ia pulang.

Salah satu perbincangan tentang adat dengan calon mama mertua beberapa waktu sebelumnya adalah bahwa di Minang, salah satu rangkaian adat menuju pernikahan adalah kunjungan atau silaturahim keluarga wanita ke pihak keluarga laki-laki. Mendengar rencana kepulangan uwak perempuan ke Padang seolah menjadi pertanda kuat bagi keluarga kami bahwa ini memang sudah takdir, beginilah jalannya, Insyaallah kami berjodoh. Bukan tanpa pemahaman yang matang ketika orangtua Saya memutuskan untuk berangkat ke Padang karena di Sunda atau suku patrilineal pada umumnya, keluarga perempuanlah yang pertama didatangi. Namun, dengan seijin Allah, pada saat itu kami semua (keluarga Saya dan calon suami) dianugerahi rasa saling menghargai yang cukup tinggi sehingga dapat menghadapi setiap perbedaan dengan tetap saling menghormati adat masing-masing. Calon mama mertua pun sebelumnya sudah jauh-jauh datang dari Padang hanya untuk bertemu dengan Saya dan membicarakan rencana ini serta memberi pemahaman kepada Saya. Maka jadilah orangtua Saya dan uwak laki-laki menyusul ke Padang. Bersama keluarga besar uwak perempuan di Kayu Tanam Sumatra Barat kemudian mereka bersilaturahmi ke rumah calon mama mertua. Dari jauh Saya mengirim doa semoga langkah ini diridhoi Allah dan bernilai ibadah.

IMG_20140420_171810

Mama-mama tercinta

Beberapa minggu setelah pertemuan di Padang, tepatnya tanggal 3 Mei 2014 keluarga besar kami kembali bertemu di kediaman orangtua Saya di Indramayu dalam acara kunjungan balasan. Pada pertemuan inilah rencana pernikahan dirundingkan dengan lebih jelas dan mendetil. Alhamdulillah dengan ijin Allah, 2 bulan setelah pertemuan pertama (20 April 2014), yaitu tepatnya 21 Juni 2014 dua keluarga besar kami melebur menjadi satu keluarga besar dengan adanya pernikahan kami. Ya, hanya dua bulan saja jika Allah sudah berkehendak, jadi maka jadilah. Semua proses di dua bulan itu lengkap dengan suka dukanya, dengan beragam ujiannya.. baik dari keluarga maupun dari diri kami calon mempelai. Syukur Alhamdulillah Allah senantiasa melindungi kami hingga berhasil sampai pada takdir baik yang telah Dia tentukan. Tidak ada yang bisa menghalangi jika Allah sudah berkehendak. Sebelumnya kami belajar mengenali satu sama lain, juga mengenali pribadi orang lain di sekitar kami. Hingga pada akhirnya Kami memutuskan pilihan Kami, pada detik ijab kabul itu pula komitmen kami dikukuhkan. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan mengenal suku suami Saya setelah dua suku yang diwariskan orang tua Saya. Indahnya perbedaan, menjadikan kita saling mengenal dan menghormati. Orang lain boleh menilai atau beranggapan ini itu, tapi sebagai pribadi yang menjalani Saya merasa ini merupakan amanah besar.. seolah kami menjadi salah satu contoh pasangan hidup berbeda suku yang Insyaallah ditakdirkan sakinah mawaddah warrahmah dan menjadi perekat keluarga besar. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s