15 Tahun yang Akan Datang

Jika diberi kesempatan hidup sampai 15 tahun yang akan datang, akan seperti apakah diri Saya?

Beberapa waktu terakhir Saya merasa seperti robot. Waktu berlalu begitu cepat, dengan banyak hal yang terjadi namun dengan mudah terlupakan setelah datang banyak hal baru lainnya. Kadang ada juga rasa hambar melalui hari-hari meskipun Saya merasa hidup Saya lebih bahagia setelah menikah. Apa ya yang salah?

Setelah introspeksi diri akhirnya Saya menyadari bahwa belakangan ini ibadah Saya agak kendur. Mungkin masih penyesuaian dengan banyak hal.. tapi harusnya tidak berlama-sama. Astagfirullah, maka Saya pun berdoa memohon petunjuk Allah agar mampu kembali merasakan kehadiran-Nya di hari-hari kami (Saya dan suami).

Siang ini melalui sebuah status yang dishare di fb, Saya tergugah dan kembali optimis untuk bisa kembali memperbaiki diri dan kualitas hidup Saya. Isinya tentang metode menghapalkan Al Quran bagi yang sibuk. Mungkin bukan kebetulan, beberapa waktu terakhir banyak disiarkan tentang para penghapal Quran, salah satunya pasangan anak dan menantu kiyai kondang A a Gym yang baru saja menikah beberapa minggu lalu. Ada rasa kagum sekaligus iri setiap mendengar berita-berita seperti ini. Belum lagi jika yang menjadi hafidz adalah anak kecil yang bahkan belum lulus SD. Uh, malunya Saya… juz 30 saja belum hafal. Sampai tercetus di bathin Saya, mana mungkin Saya bisa menghapal sementara kesibukan sehari-hari saja belum bisa amanah.. apa kabar cita-cita memiliki keturunan yang hapal Al Quran?

Tiba-tiba siang ini Saya digiring untuk membaca artikel seorang ustadz dari Tasikmalaya. Bahwa niatkan dahulu untuk menghapal (sekaligus menghayati maknanya), memohon ridho Allah agar diijinkan untuk belajar menghapal firman-Nya yang tentu memiliki berbagai keutamaan jika berhasil menghapalkannya dan menjaganya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah niat, lalukan dengan istiqomah.. jangan terburu-buru.

Metodenya adalah menghapal satu baris baris Al Quran setiap usai melaksanakan solat wajib subuh, dhuhur, ashar, dan maghrib. Sedangakan isya untuk mengulang kembali 4 baris yang sudah dihapal dalam satu hari. Jika satu halaman terdiri dari 15 baris, maka dalam 4 hari saja kita sudah menghapal satu halaman. 3 hari sisanya untuk mengulang kembali hapalan hingga lancar. Jadi, dalam satu minggu kita dapat menghapal satu halaman dengan lancar. Jangan terburu-buru pindah ke halaman berikutnya atau memperbanyak hapalan. Ikuti pola ini dengan teratur agar menjadi kebiasaan dan istiqomah.

Dengan demikian, dalam satu bulan kita dapat menghapal 2 lembar Al Quran. Dalam 10 bulan, menghapal 20 lembar. Jika satu juz Al Quran adalah 10 lembar, maka dalam satu tahun kita sudah menghapal 2 juz Al Quran…10 bulan menghapal, 2 bulan melancarkan hapalan. 30 juz Al Quran Insyaallah bisa kita hapalkan dalam 15 Tahun.

Membaca metode di atas Saya menjadi kembali optimis. Jangan biarkan tahun-tahun di hidup kita berlalu begitu saja untuk hal-hal duniawi.. pikirkan pula akhirat kita selagi masih ada waktu. Hmm… 15 tahun itu sebentar.. sama seperti menyicil rumah, cara ini untuk menyicil rumah akherat. Insyaallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s